Contoh: Identifikasi Area Kunci pada Sekretariat Badan Bapepam-LK

Dalam mengaudit kinerja suatu entitas, auditor tidak harus mengaudit seluruh akun dan seluruh area atau kegiatan auditee. Audit kinerja ditujukan pada bidang-bidang tertentu yang dianggap sangat memengaruhi keberhasilan kinerja entitas yang akan diaudit. Oleh karena itu, pengidentifikasian area kunci sangat penting dalam proses perencanaan audit. Dari sudut pandang auditor, jika lingkup audit terlalu luas akan mengakibatkan hasil audit terlalu luas dan tidak “bulat” sehingga rekomendasi yang diberikan tidak tajam dan tidak menyentuh pokok masalah. Sebaliknya, jika lingkup audit terlalu sempit dapat mengakibatkan temuan dan rekomendasi audit tidak mewakili permasalahan yang ada.

Artikel ini akan memberikan contoh bagaimana mengidentifikasi area kunci pada suatu entitas pemerintahan. Entitas yang penulis ambil adalah Sekretariat Badan Bapepam-LK yaitu pada Bagian Keuangan. Bagian Keuangan ini memiliki tugas untuk melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Badan dan memiliki fungsi antara lain:

a.  penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran;

b.  pelaksanaan urusan perbendaharaan Badan dan pengajuan permintaan pembayaran;

c.  akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Badan; dan

d.  penatausahaan penerimaan negara.

Fungsi ini nantinya yang akan menjadi area audit potensial.

Dalam mengidentifikasi area kunci, ada beberapa factor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan pemeringkatan atas area kunci potensial, antara lain sebagai berikut:

a. Risiko manajemen, yaitu risiko bahwa entitas atau area yang akan diaudit melakukan tindakan ketidakekonomisan, ketidakefisiensian, dan ketidakefektifan.

b. Signifikansi, yaitu tingkat besar kecilnya pengaruh kegiatan tersebut terhadap entitas secara keseluruhan.

c. Dampak potensial dari audit kinerja, yang meliputi unsure efektivitas, pengkatan perencanaan, pengendalian dan pengelolaan, serta peningkatan akuntabilitas efisiensi, ekonomi, dan kepentingan mutu pelayanan.

d. Auditabilitas, berkaitan dengan kemampuan tim audit dalam melaksanakan audit berdasarkan standar professional.

LAKIP Bapepam-LK tahun 2011 menyebutkan bahwa persentase penyerapan DIPA hanya sebesar 82,4% yang artinya tidak memenuhi target. Rendahnya penyerapan DIPA Bapepam-LK tahun 2011 disebabkan oleh:

1)  Anggaran persiapan pendirian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tidak terserap dikarenakan RUU OJK  baru  disetujui menjadi UU OJK dalam Rapat Paripurna DPR RI pada tanggal   27 Oktober 2011 dan diundangkan oleh Presiden melalui UU Nomor 21 pada tanggal   22  November 2011 sehingga anggaran persiapan infrastruktur OJK untuk  jasa konsultan dalam rangka Rancang Bangun Struktur Organisasi dan SDM, Cetak Biru Sistem Informasi dan Sistem Pengawasan Perbankan tidak dapat direalisasikan;

2)  Anggaran capacity building dan sosialisasi yang tidak dapat direalisasikan karena kurangnya waktu untuk pengadaan barang/jasa terkait dengan APBN-P penghematan yang baru disahkan pada akhir triwulan III Tahun Anggaran 2011;

3)  Efisiensi aktivitas  pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan  (target kinerja tercapai) serta pengesahan penggunaan dana dari hasil penghematan melalui APBN-P baru ditetapkan pada akhir triwulan III Tahun Anggaran 2011;

4)  Efisiensi belanja modal hasil pelelangan dengan e-procurement.

Melihat dari kasus di atas maka area audit potensial yang sebaiknya dipilih oleh auditor dalam mengaudit kinerja pada tahun selanjutnya adalah penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran dan akuntansi pelaksanaan anggaran dan penyusunan laporan keuangan Badan, yang masing-masing dilaksanakan oleh Subbagian Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran dan Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Kemudian area kunci yang akan dinilai yaitu : (1) area penyusunan DIPA; (2) area pelaksanaan anggaran.

Referensi:

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 184/PMK.01/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEUANGAN

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan Bapepam-LK Tahun 2011

Rai, I Gusti Agung. 2008. Audit Kinerja pada Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s